Waktu
berlalu begitu cepat, komitmen yang dulu ku buat kini tak
pasti lagi. Terasa baru kemarin masih terucap dibenakku. Tapi
waktulah yang membuat semuanya lebih cepat. Gembok dikotak
kecil yang ku simpan selama ini mulai terbuka sendiri. Belum
tahu apa yang terjadi.
Perna
kotak kecil itu terjatuh dilembah kesakitan. dari situ muncul
sebuah komitmen untuk menutupnya rapat-rapat, dengan sebuah
gembok yang sangat kuat. Alat apapun mungkin tak akan bisa
membukanya.
Kotak
itu kusimpan disebuah istanah yang ada didalam hati ini.
kadang disudut kotak itu ada seseorang yang mengintip-intip dan
berusaha membuka gemboknya. Tapi kotak kecil itu Cuma bisa diam
dengat kuatnya, gembok yang setia menjaganya agar tak
seorangpun bisa membukanya.
Dulu
isi kotak itu Cuma komitmen untuk tak ingin mengenal apa itu
cinta, tapi kini sudah berbedah. Semenjak ku kenal dirinya,
gembok yang kuat itu seakan melepaskan kunciannya secara
perlahan. Kotak yang telah lama tertutup kini terbuka, komitmen
yang dulu aku jaga tak tak tahu lagi bagaimana. Dia merubah
semuanya, sifat yang dulu batu kini telah berubah.
Sederhana,
senyuman dan bola mata yang indah. Itulah dia. Dia yang
merubah apa yang ada dalam diriku. Kini banyak hal yang
berbedah. Ku merasa bagai patung jika ada didekatnya, yang tak
tahu mau melakukan apa. Satu katapun terasa sulit terucap.
Intinya dia bagaikan “MEDUSA”.
Kini
ku sadar akan semuanya, mengiklaskan apa yang ku harapkan.
Dia bukan milikku, hatinya telah dimiliki orang lain. Saatnya
kotak kecil itu ku tutup rapat kembali dengan gembok yang
sangat kuat. Tapi kini bukan lagi komitmen seperti yang dulu.
Secuil harapan dan cinta yang kini mendiami kotak kecil itu,
tak tahu entah sampai kapan semuanya akan seperti itu. Dia
gadis yang bisa membuat kotak kecil itu terbuka. Mungkin kelak
waktu yang akan menjawab. Biarlah penghuni baru kotak kecil
itu mendiaminya. ku serahkan semua kepada kotak kecil dan
gembok itu, apa yang dia haru lakukan.
”semua berhak melakukan harapan, harapan adalah mimpi. mimpi akan dijawab oleh waktu, karna waktu adalah harapan”